Yuk Mengenal Jenis Jenis Tepung !


Hay kalian apa kabar, sudah lama gembul gak nulis di blog ini. Kali ini gembul akan memberitahu ke kalian tentang jenis jenis tepung yang sering digunakan untuk buat cake, bread, cookies dan jajanan pasar. Kalau kalian suka masak atau bikin kue dan roti , tentunya gak asing dengan bahan yang namanya tepung. Tepung apa yang sering kalian gunakan? Tepung terigu? Meizena? Tepung beras? Tahukah kalian kalau jenis jenis tepung ada banyak?  Disini saya akan menjelaskan jenis jenis tepung yang sering digunakan untuk masak , bikin kue, maupun roti. Supaya kalian tidak salah dalam penggunaan tepung saat memasak,  bikin kue dan roti.
1.         Tepung Terigu
Kalian sering menggunakan jenis tepung ini. Tepung terigu terbuat dari gandum. Tepung ini paling sering digunakan untuk membuat kue dan roti. Kalian sudah tahu kah kalau tepung ini ada tiga macam? Tepung terigu memiliki 3 jenis, yaitu tepung terigu protein rendah, tepung terigu protein sedang dan tepung terigu protein tinggi. Kalian sering menggunakan yang mana?
a.       Tepung terigu protein tinggi
Tepung jenis ini mengandung kadar  protein  sekitar 11% - 13 % atau lebih. Tepung protein tinggi digunakan untuk adonan yg bertekstur elastis dan mudah difermentasikan. Kandungan glutennya yang tinggi akan membentuk jaringan elastis selama proses pengadukan. Pada tahap fermentasi gas yang yang terbentuk oleh ragi akan tertahan oleh jaringan gluten, hasilnya roti mengembang besar dan empuk teksturnya. Tepung ini cocok untuk membuat roti, mie dan pasta. Kalau di toko bahan kue, biasanya menjual tepung cakra kembar dan komachi.
b.       Tepung terigu protein sedang
Jenis terigu  ini mengandung kadar protein 10%-11%. Sebagian orang mengenalnya dengan sebutan all purpose flour atau tepung serba guna.  Tepung ini dibuat dari campuran tepung terigu protein tinggi  dan tepung terigu protein rendah  sehingga karakteristiknya diantara kedua jenis tepung tersebut. Tepung ini cocok untuk membuat adonan fermentasi dengan tingkat pengembangan sedang, seperti  bakpau, wafel, aneka cake dan muffin. Kalau di toko bahan roti, biasanya menjual brand segitiga biru dan bola salju.
c.       Tepung terigu protein rendah
Tepung ini dibuat dari gandum lunak dengan kandungan protein gluten 8%-9%. Tepung ini memiliki daya serap air yang rendah sehingga akan menghasilkan adonan yang sukar diuleni, tidak elastis, lengket dan daya pengembangannya rendah serta penggunaan ragi yang banyak. Jenis tepung lunak memiliki persentase gluten yang rendah, adonan kurang elastis dan tidak baik menahan gas. Tetapi tepung lunak ini memerlukan energi yang lebih kecil dalam pencampuran dan pengocokan adonan dibandingkan dengan jenis tepung keras.Tepung ini sangat cocok untuk membuat kue kering, pastel dan kue-kue
yang tidak memerlukan proses fermentasi.  Kalau di toko bahan roti, biasanya menjual brand tepung kunci dan hanaemas.

2.        Tepung Beras
Tepung ini terbuat dari beras yang dihaluskan. Tekstur dari tepung ini sedikit lebih lembut dari tepung ketan. Biasanya tepung ini digunakan untuk membuat kue kue tradisional.  Dengan munculnya tepung beras yang halus dan kering dipasaran, maka tepung beras untuk pembuatan kue-kue sangat mudah untuk didapat. Kualitas kue yang dibuat dari tepung beras yang baru ditumbuk lebih baik dibandingkan dengan kue yang dibuat dari tepung beras kering yang banyak dijual dipasaran. Kue tradisional yang menggunakan tepung ini untuk bahan bakunya, contohnya kue mangkok dan kue talam. Dalam pembuatan bihun juga menggunakan tepung beras.

3.       Tepung Ketan
Tepung ini terbuat dari ketan yang dihaluskan. Tepung  ini merupakan bahan pokok pembuatan kue-kue Indonesia yang banyak digunakan sebagaimana juga hal dengan tepung beras. Tepung ketan ini tekturnya halus dan kering. Tepung ketan memiliki amilopektin yang lebih besar dibandingkan dengan tepung-tepung lainnya. Amilopektin inilah yang menyebabkan tepung ketan (beras ketan) lebih pulen dibandingkan dengan tepung
lainnya. Makin tinggi kandungan amilopektin pada pati maka makin pulen pati tersebut.

4.        Tepung Tapioka
Tepung tapioka  terbuat dari ubi kayu/singkong. Tepung ini dikenal juga dengan tepung kanji. Pembuatandilakukan dengan cara diparut, diperas, dicuci, diendapkan, diambil sari
patinya, lalu dijemur/keringkan. Sifat tepung kanji, apabila dicampur dengan air panas akan menjadi agak lengket seperti lem. Biasanya, tepung ini sering digunakan sebagai bahan tambahan dalam pembuatan bakso, atau sering juga dijadikan pengental pada berbagai tumisan.

5.       Tepung Meizena
Tepung maizena meski jarang sekali digunakan sebagai bahan utama pada pembuatan cake dan cookies, tapi selalu menjadi bahan pembantu untuk mendapatkan tekstur sempurna. Pada resep cookies maizena dipakai sebagai bahan pembantu “merenyahkan”, sedangkan pada resep cake, maizena adalah bahan pembantu untuk “melembutkan”. Penggunaanya berkisar 10% s/d 20% saja dari bahan tepung terigunya, sebab kalau terlalu banyak cake dan
cookies akan mudah berjamur atau tidak awet
6.        Tepung Aneka Ubi
Kamu sudah tahu belum kalau ada tepung yang dibuat dari umbi-umbian? Kalau belum, yuk cek di bawah ini!

a.        Tepung Kentang
Tepung ini memang gak terlalu sering digunakan, mungkin kalian baru tahu jenis tepung ini, karena memang tepung kentang masih jarang digunakan di Indonesia. Contoh olahan tepung kentang adalah kroket dan mashed potatoes.

b.       Tepung Singkong
Tepung ini kelihatan sama dengan tepung tapioka tapi sebenarnya berbeda dengan tepung tapioka. Tepung tapioka dibuat dengan mengambil sari pati singkong, tapi kalau tepung singkong ini dibuat dari gilingan singkong yang diayak sampai diperoleh butiran-butiran kasar dalam ukuran tertentu.

c.       Tepung Ubi Jalar
Sesuai namanya, tepung yang satu ini terbuat dari ubi jalar. Jenis ubi yang paling sering digunakan adalah ubi putih, karena lebih mudah didapatkan dan murah dibanding ubi lainnya. Nah, ternyata tepung ubi jalar ini bisa dijadikan alternatif tepung terigu juga, lho, dan bisa kamu gunakan untuk membuat kue muffin yang lezat.


7.       Tepung Hong Kong
Tepung hongkong atau disebut juga dengan tepung  tang mien dibuat dari pati gandum, yang juga produk sampingan dari pembuatan gluten. Tepung ini memiliki warna yang lebih putih dan tekstur yang lebih halus dibandingkan tepung terigu. Tepung ini biasanya digunakan sebagai bahan pembuat kulit dumpling seperti hakau sehingga didapatkan kulit yang lentur dan transparan cantik. Tak hanya untuk pembuat kulit dumpling, tepung ini bisa digunakan untuk membuat bakpou dan campuran buat onde onde .

8.        Tepung Hunkwe
Trpung ini memang terasa asing didengar. Tepung hunkwe terbuat dari pati kacang hijau. Tepung ini berwarna putih dan teksturnya sedikit lebih kasar dari tepung terigu, dan aroma dari tepung ini harum. Tepung ini biasanya  dibuat menjadi cendol, puding, kue lapis, kue pisang, atau es gabus.

9.        Tepung Sagu
Tepung yang masuk ke dalam jenis pati ini terbuat dari bagian tengah pohon sagu atau pohon aren. Bagian tengah pohon ini dikeruk, dihaluskan, dicampur air, dan didiamkan hingga mengendap. Endapan ini kemudian dikeringkan sampai berbentuk tepung. Tekstur dari  tepung sagu agak kesat dan berpasir dengan warna yang agak keruh. Tepung sagu ini paling sering digunakan untuk pembuatan bubur, pempek, kue bika ambon, kue Bagea (kue kering khas Ambon), dan kue sagu tentunya.

10.     Tepung Roti
Tepung roti ini lebih dikenal dengan sebutan tepung panir. Terbuat dari roti tawar yang dikeringkan lalu ditumbuk. Memiliki dua warna, putih dan oranye, dengan tekstur yang kasar.
Tepung roti biasa digunakan sebagai coating pada gorengan seperti risoles, bitterbalen, kroket, juga katsu.

Comments

Popular Posts